Tampilkan postingan dengan label 30 hari hafal quran. Tampilkan semua postingan
Inilah Zaqqum, Pohon yang Tumbuh di Neraka


Layaknya di surga, neraka juga ditumbuhi pohon yang menjadi sumber makanan para penghuninya kelak. Namun berbeda dengan pohon di surga yang memiliki buah dengan rasa nikmat, buah dari pohon di neraka memiliki rasa  yang sangat menyiksa.

Alquran dalam beberapa ayatnya menyinggung tentang keberadaan pohon di neraka yang bernama zaqqum. Pohon ini sangat buruk dan buahnya menjadi makanan bagi orang-orang yang tidak menaati perintah Allah.

Buah dari pohon zaqqum bisa menghancurkan isi perut, bahkan jika setetes getah pohon ini jatuh ke bumi, maka akan merusak  kehidupan penduduk bumi. Namun karena lapar dan siksaan begitu dasyat, para penghuninya terpaksa makan buah tersebut.  Seperti apa buah ini? Berikut ulasannya.

Informasi tentang pohon zaqqum dijelakan Allah SWT dalam beberapa ayat. Salah satunya  dalam surat as-Shaffat, ayat 62 – 68. Dalam ayat ini Allah mengatakan bahwa pohon zaqqum merupakan fitnah bagi orang yang dzalim.

Zaqqum akan tumbuh dari dasar neraka dan memiliki bentuk yang sangat buruk dimana mayangnya seperti kepala setan. Nantinya perut-perut penghuni neraka akan dipenuhi dengan buah dari pohon ini.

“(Makanan surga) itulah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum. Sesungguhnya kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang dzalim. Sesungguhnya ia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka jahim. Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas. Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka jahim”.(As Shaffat:62 – 68)

Informasi tentang pohon zaqqum juga dijelaskan dalam surat  al-Isra ayat 60. Allah SWT menyebut pohon ini sebagai pohon terlaknat.

“Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Quran. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka”. (QS. al-Isra: 60).
Al-Hafidz Ibnu Katsir menafsirkan bahwa pohon terlaknat ini adalah  pohon zaqqum. (Tafsir Ibn Katsir, 5/92).

Ayat ini diturunkan untuk memperingatkan orang kafir saat Nabi Muhammad menjelaskan tentang ancaman akhirat. Saat itu Nabi Muhammad SAW menjelaskan apa yang dilihatnya saat melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj salah satunya pohon zaqqum. Namun hal ini justru membuat mereka semakin kafir. Mereka berpikir bagaimana mungkin pohon bisa tumbuh di dasar neraka yang apinya menyala-nyala.

Bahkan dalam sebuah riwayat Ibnu Abbas yang ditafsirkan Ibnu Katsir menyebutkan “Bahwa setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang pohon Zaqqum, Abu Jahal langsung berkomentar,

“Sini, ambilkan kurma sama krim susu.” Lalu dia mengunyah kurma dan krim itu. Sambil mengatakan, “Tazaqqamuu (telan ini). Kami tidak kenal istilah zaqqum selain ini.” (Tafsir Ibnu Katsir, 5/92).”

Allah SWT juga menjelaskan dalam surat ad-Dukkhan dan Waqi’ah bahwa zaqqum adalah makanan untuk para pembuat maksiat dan mendustakan. Makanan ini bisa menghancurkan isi perut, namun mereka terpaksa memakannya karena tidak ada lagi yang bisa dimakan di neraka.

“Sesungguhnya pohon zaqqum itu. Makanan orang yang banyak berdosa. Dia sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut. Seperti mendidihnya air yang amat panas.”  (QS. ad-Dukhan: 43- 46).

“Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan ( ) Benar-benar akan memakan pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya. (QS. al-Waqi’ah: 51 – 53).

Rasulullah Shallahu’alaihi wa Sallam bersabda,”Seandainya setitik dari zaqqum diteteskan di dunia niscaya akan menghancurkan kehidupan semua penghuninya. Lalu bagaimana dengan keadaan orang yang menjadikan zaqqum sebagai makanannya?” (HR At-Tirmidzi, Ibnu Majjah dalam sunannya, kitab Az-Zuhud, bab Shifat An Nar, 8/4325.)

Umat Islam sudah seharusnya mempercayai tentang pohon zaqqum ini. Karena Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW sudah menyampaikan berita tentang kebenaran adanya pohon tersebut. Semoga berita ini menumbuhkan rasa takut terhadap neraka, sehingga kita berusaha untuk lebih waspada dalam menjalani hidup.


Allahu a’lam…

Yayasan Quran Hamasah
Apa Persiapan Anda Sebelum Meninggal?

Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan menemui ajal nya cepat atau lambat. Sesiapa pun tidak dapat menduga bilakah saat kematian mereka akan tiba. Sebab itu ramai yang masih leka dan tiada persediaan 'menanti' saat kematian itu datang kepada mereka. SUBHANALLAH..Bila datangnya ajal seseorang itu, tidaklah dilambatkan atau dipercepatkan walau sesaat! Bersediakah kita? Saya kongsikan 7 persiapan mnusia untuk menghadapi datangnya kematian yang saya baca dari page sebuah surau, terpanggil untuk mengabdikannya dalam blog ini agar saya dapat berkongsi dengan semua pembaca.

Firman Allah s.w.t.yang bermaksud : "Apabila nafas (seseorang) telah sampai ke kerongkongan, dan dikatakan kepadanya, "' Siapakah yang dapat menyembuhkan'. Dan dia yakin bahawa sesungguhnya itulah waktu perpisahan dan bertaut betis kiri dan betis kanan, kepada Rabbmulah pada hari itu kamu dikembalikan." (Surah al-Qiyamah ayat 26-30).
Allah SWT juga berfirman dalam Surah Al-Anbiya, ayat 35:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Artinya:
"Tiap-tiap diri akan merasai mati, dan Kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan sebagai cobaan; dan kepada Kamilah kamu semua akan dikembalikan".


Hidup di zaman kemajuan Teknologi dan dunia tidak sepadan, kejadian mati mendadak dan mati ditimpa musibah adalah hal yang biasa. Di negara kita sendiri kematian disebabkan kecelakaan lalu-lintas, mati disebabkan sakit jantung dan mati mendadak yang lain adalah beberapa kasus kematian yang kerap terjadi.
Masalahnya, apakah persiapan kita jika mati datang mendadak? Adakah kita telah membuat persiapan sekiranya saat kematian itu datang? Ketika itu apakah yang dapat kita bawa bersama sebagai teman setia yang akan membantu kita menghadapi saat getir di alam barzakh nanti.

Ada tujuh amalan atau persiapan yg perlu kita lakukan sebelum ajal datang menjemput. maksudnya kita sudah membuat persiapan awal tanpa kita tunggu waktu yg tepat, selagi bisa kita buat kita terus melaksanakannya.

7 PERSIAPAN MANUSIA UNTUK MENGHADAPI DATANGNYA KEMATIAN.

1. Memperbanyakkan Bertaubat Dan Beristighfar Kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW pernah menasihati umatnya agar sentiasa bertaubat kepada Allah SWT : "Sesungguhnya Allah SWT masih menerima taubat hamba-Nya sebelum rohnya sampai ke tenggorokan " (HR at-Tirmidzi).
Sabda Rasulullah SAW yang lain bermaksud :
"Orang yang bertaubat dari dosanya adalah seperti orang yang tidak punya dosa". (HR. Ibnu Majah) .


2. Perbaiki Ibadah Sholat Kita Dan Belajar Untuk Lebih Khusyuk.
Jangan kita selalau mengakhirkan sholat. Bagi lelaki coba sholat berjemaah di masjid. Sholat adalah amalan yg pertama dihisab di hari akhirat nanti jika sholat diterima maka amalan lain juga akan diterima.
Dari Abu Hurairah R.A.,  Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya amalan seseorang yang pertama kali dihisab pada hari kiamat ialah solatnya, jika solatnya diterima, maka sesungguhnya beruntung dan berjayalah ia. Jika solatnya tidak diterima, maka kecewa dan rugilah ia. Jika terkurang daripadanya solat fardu sesuatu. Allah SWT berfirman: 'Periksalah, adakah hambaku itu mempunyai sholat-sholat sunat untuk dicukupkan dengannya apa yang terkurang daripada solat fardu. Demikianlah keadaan amalan lain."(HR At-Tirmidzi).

3. Menyelesaikan Semua Hutang-hutang.
Roh seorang Mukmin yang beriman atau pun roh seorang syuhada akan tergantung diantara langit dan bumi kerana hutangnya yg belum diselesaikan. Jangan tangguh-tangguh untuk membayar hutang. Apabila mempunyai wang yang cukup terus membayarnya.
Salah satu perkara yang sangat menakutkan apabila hutang itu tidak dapat diselesaikan ialah bilamana orang yang masih menanggung hutang itu mati atau meninggal dunia dalam keadaan hutang yang belum habis diselesaikan. Anak-anak , isteri dan waris-waris pula tidak tahu ataupun tidak mahu bertanggung jawab untuk menyelesaikan hutang si mati di mana mengikut hadis org yg mati sedangkan ia masih berhutang maka rohnya terapung-apung dilangit dan semua amalannya tergantung.
"Dari Abi Hurairah Radiallahuanhu katanya: Telah bersabda Rasulullah SAW maksudnya : "Roh seseorang Mukmin itu tergantung-gantung (dihalang daripada tempat yang mulia) dengan sebab hutangnya sehinggalah hutangnya itu dilunaskan.''(HR. Al-Tarmizi).


4. Perbanyakkan Sedekah Jariah.
Termasuk dalam kategori sedekah jariah ialah harta yang diwaqafkan, termasuk tanah, rumah, kebun atau lain-lainnya untuk dimanfaatkan oleh orang lain. Misalnya, seseorang mewaqafkan bangunan untuk dijadikan sekolah, asrama, Rumah Sakit, masjid dan yang seumpamanya.

Mendirikan bangunan untuk kepentingan awam yang dihalalkan Islam juga dikira sedekah jariah. Selagi harta benda yang diwaqafkan itu masih wujud dan dinikmati faedahnya olah umum maka tuan punya harta itu akan mendapat pahalanya berterusan semasa ia hidup dan sesudah ia mati.
Daripada Abu Hurairah, Rasulullah SAW ada bersabda yang bermaksud: “Apabila seorang mati, putuslah amalannya kecuali tiga perkara, (iaitu): Sedekah jariah, ilmu yang memberi faedah kepada orang lain atau anak yang solih yang berdo'a untuknya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Menuntut Ilmu Yang Bermanfaat.
Ilmu yang dapat dimanfaatkan maksudnya ilmu yang diajarkan ketika seseorang itu masih hidup dan ia kemudiannya dimanfaatkan pula oleh orang lain, maka pahala mengajar itu berterusan selagi orang yang menerima ilmu itu mengamalkannya.
Pahala diterima oleh mereka yang menyebarkan ilmu berkekalan hingga hari kiamat selagi manusia dapat manfaat daripada ilmu yang diajarkan itu. Ilmu yang disebarkannya itu, sama ada melalui syarahan, penulisan kitab, akhbar atau majalah atau apa-apa rakaman yang dapat dirujuk dalam bentuk cetak dan elektronik maka ia mendapat ganjaran berkekalan.
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah SAW. bersabda :
"Siapa yang mengajak ke jalan hidayah, maka baginya dari pahala seperti pahala (sebanyak pahala) pengikutnya, dengan tidak mengurangi sedikit pun dari pahala mereka. Dan sesiapa yang mengajak ke jalan sesat, maka menanggung dosa sebanyak dosa-dosa pengikutnya, dengan tidak mengurangi dari dosa-dosa mereka sedikit pun". (HR. Imam Muslim).


6. Anak Yang Sholeh Yang Mendo'akan Kedua Ibu Bapanya .
Anak yang dididiknya ketika hayatnya hingga menjadi orang soleh dan sentiasa mendo'akan kesejahteraan ibu bapanya sesudah meninggal dunia.
Do'anya itu bukan sahaja rahmat kepada kedua ibu bapanya yang masih hidup atau yang telah mati, tetapi akan membawa kebaikan dan pahala yang besar kepada anak itu sendiri.
Sungguh beruntung anak yang sentiasa mengingati kedua ibu bapanya dengan mendoakan mereka selepas mengerjakan solat dan semasa berada pada hari baik bulan baik atau semasa berada di tanah suci yang sangat berkat dan mustajab doa padanya.
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرًا.
"Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa kedua ibu bapaku serta cucurilah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku semasa kecil."



Sebab itu sangat baik ia mengakhiri doanya dengan menyebut:
وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
"Dan ampunilah dosa-dosa orang-orang Islam lelaki dan perempuan; dan dosa orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan; yang hidup dan yang mati. Dengan kelimpahan rahmat-Mu wahai Tuhan yang tidak ada taranya tentang limpahan rahmat-Nya.
Di dalam Syurga, seseorang diangkat darjatnya oleh Allah SWT lalu dia bertanya kepada Allah: “Ya Tuhanku, bagaimana saya mendapat darjat kebesaran ini?”.
Firman Allah SWT bermaksud : “Ini disebabkan do'a anakmu yang memohonkan keampunan bagimu.” (HR. Imam Ahmad).

7. Meminta Maaf Kepada Semua Orang Yang Kita Pernah Melakukan Kesalahan Kepada Mereka
Tidak perlu menunggu Hari Raya. Dosa mengumpat, memfitnah, menyakiti hati orang dan mengambil hak mereka. Jika kita telah terambil hak atau barang-barang mereka maka pulangkanlah dan memohonnamoun dan maaf kepada orangnya.
Anak segeralah memohon ampun kepada kedua ibu bapa. Isteri hendaklah segera memohon ampun kepada suami. Murid hendaklah memohon kemaafan kepada guru-guru. Kita hendaklah memohon maaf kepada saudara-mara, jiran tetangga, sahabat handai, rakan sekerja dan sesiapa saja yang kita rasa telah melakukan dosa kerana Allah SWT tidak akan mengampunkan dosa yang dibuat sesama manusia.



Pepatah melayu ada megatakan : "Sediakan payung sebelum hujan" untuk kita menghadapi saat kematian maka kita perlu sediakan tujuh perkara sebelum kita dipanggil pulang oleh Allah SWT.
Firman Allah SWT maksudnya : “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi direrdhaiNya. Maka masuklah ke dalam jema’ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam Syurga-Ku” (Surah Al-Fajr ayat 27-30.

Dari Abu Ya'la Syaddad bin Aus ra. dari Nabi saw, beliau bersabda: Orang yang CERDIK ialah orang yang selalu menjaga dirinya dan beramal untuk bekalan sesudah mati. (HR Tirmidzi)
Allah SWT berfirman dalam surah Surah Ali-Imran, ayat 185:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Artinya:
"Tiap-tiap yang bernyawa akan merasai mati, dan bahawasanya pada hari kiamat sahajalah akan disempurnakan balasan kamu. Ketika itu sesiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke syurga maka sesungguhnya ia telah berjaya. Dan (ingatlah bahawa) kehidupan di dunia ini (meliputi segala kemewahannya dan pangkat kebesarannya) tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang-orang yang terpedaya".
Ya Allah jadikan kami hamba yang beriman kepada-Mu. Dan matikan kami sebagai matinya orang yang beriman kepada-Mu. Mudah-mudahan hidup kami sentiasa mempersiapkan diri untuk menghadapi datangnya kematian yag akan datang kepada kaki bila-bika masa sahaja.


Aamiinn Yaa Robbal 'Aalamiin !!!!!

Yayasan Quran Hamasah
Kriteria Guru Yang Baik Menurut Imam Al-Ghazali

Seorang guru adalah seorang pendidik. Pendidik ialah “orang yang memikul tanggung jawab untuk membimbing”.(Ramayulis,1982:42) Pendidik tidak sama dengan pengajar, sebab pengajar itu hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran kepada murid. Prestasi yang tertinggi yang dapat dicapai oleh seorang pengajar apabila ia berhasil membuat pelajar memahami dan menguasai materi pengajaran yang diajarkan kepadanya. Tetapi seorang pendidik bukan hanya bertanggung jawab menyampaikan materi pengajaran kepada murid saja tetapi juga membentuk kepribadian seorang anak didik bernilai tinggi. (Ramayulis, 1998:36)


Untuk menjadi seorang pendidik yang baik, Imam Al-Ghazali menetapkan beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh seorang guru. Tulisan berikut ini merupakan kutipan yang diambil oleh penulis dari buku Abuddin Nata (2000:95-99) ketika menjelaskan kriteria guru yang baik dari kitab Ihyaa Ulumuddin yang merupakan karya monumental Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali. Sengaja kutipan di bawah ini diberi sedikit komentar untuk lebih memperjelas maksud yang hendak disampaikan.

Imam Al-Ghazali berpendapat bahwa guru yang dapat diserahi tugas mendidik adalah guru yang selain cerdas dan sempurna akalnya, juga guru yang baik akhlaknya dan kuat fisiknya Dengan kesempurnaan akal ia dapat memiliki berbagai ilmu pengetahuan secara mendalam, dan dengan akhlaknya yang baik ia dapat menjadi contoh dan teladan bagi para muridnya, dan dengan kuat fisiknya ia dapat melaksanakan tugas mengajar, mendidik dan mengarahkan anak-anak muridnya.

Selain sifat-sifat umum yang harus dimiliki guru sebagaimana disebutkan di atas, seorang guru juga harus memiliki sifat-sifat khusus atau tugas-tugas tertentu sebagai berikut :

Pertama, Jika praktek mengajar merupakan keahlian dan profesi dari seorang guru, maka sifat terpenting yang harus dimilikinya adalah rasa kasih sayang. Sifat ini dinilai penting karena akan dapat menimbulkan rasa percaya diri dan rasa tenteram pada diri murid terhadap gurunya. Hal ini pada gilirannya dapat menciptakan situasi yang mendorong murid untuk menguasai ilmu yang diajarkan oleh seorang guru.

Kedua, karena mengajarkan ilmu merupakan kewajiban agama bagi setiap orang alim (berilmu), maka seorang guru tidak boleh menuntut upah atas jerih payahnya mengajarnya itu. Seorang guru harus meniru Rasulullah SAW. yang mengajar ilmu hanya karena Allah, sehingga dengan mengajar itu ia dapat bertaqarrub kepada Allah. Demikian pula seorang guru tidak dibenarkan minta dikasihani oleh muridnya, melainkan sebaliknya ia harus berterima kasih kepada muridnya atau memberi imbalan kepada muridnya apabila ia berhasil membina mental dan jiwa. Murid telah memberi peluang kepada guru untuk dekat pada Allah SWT. Namun hal ini bisa terjadi jika antara guru dan murid berada dalam satu tempat, ilmu yang diajarkan terbatas pada ilmu-ilmu yang sederhana, tanpa memerlukan tempat khusus, sarana dan lain sebagainya. Namun jika guru yang mengajar harus datang dari tempat yang jauh, segala sarana yang mendukung pengajaran harus diberi dengan dana yang besar, serta faktor-faktor lainnya harus diupayakan dengan dana yang tidak sedikit, maka akan sulit dilakukan kegiatan pengajaran apabila gurunya tidak diberikan imbalan kesejahteraan yang memadai.

Ketiga, seorang guru yang baik hendaknya berfungsi juga sebagai pengarah dan penyuluh yang jujur dan benar di hadapan murid-muridnya. Ia tidak boleh membiarkan muridnya mempelajari pelajaran yang lebih tinggi sebelum menguasai pelajaran yang sebelumnya. Ia juga tidak boleh membiarkan waktu berlalu tanpa peringatan kepada muridnya bahwa tujuan pengajaran itu adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT,. Dan bukan untuk mengejar pangkat, status dan hal-hal yang bersifat keduniaan. Seorang guru tidak boleh tenggelam dalam persaingan, perselisihan dan pertengkaran dengan sesama guru lainnya.

Keempat, dalam kegiatan mengajar seorang guru hendaknya menggunakan cara yang simpatik, halus dan tidak menggunakan kekerasan, cacian, makian dan sebagainya. Dalam hubungan ini seorang guru hendaknya jangan mengekspose atau menyebarluaskan kesalahan muridnya di depan umum, karena cara itu dapat menyebabkan anak murid yang memiliki jiwa yang keras, menentang, membangkang dan memusuhi gurunya. Dan jika keadaan ini terjadi dapat menimbulkan situasi yang tidak mendukung bagi terlaksananya pengajaran yang baik.

Kelima, seorang guru yang baik juga harus tampil sebagai teladan atau panutan yang baik di hadapan murid-muridnya. Dalam hubungan ini seorang guru harus bersikap toleran dan mau menghargai keahlian orang lain. Seorang guru hendaknya tidak mencela ilmu-ilmu yang bukan keahliannnya atau spesialisasinya. Kebiasaan seorang guru yang mencela guru ilmu fiqih dan guru ilmu fiqih mencela guru hadis dan tafsir, adalah guru yang tidak baik. (Al-Ghazali, t.th:50)

Keenam, seorang guru yang baik juga harus memiliki prinsip mengakui adanya perbedaan potensi yang dimiliki murid secara individual dan memperlakukannya sesuai dengan tingkat perbedaan yang dimiliki muridnya itu. Dalam hubungan ini, Al-Ghazali menasehatkan agar guru membatasi diri dalam mengajar sesuai dengan batas kemampuan pemahaman muridnya, dan ia sepantasnya tidak memberikan pelajaran yang tidak dapat dijangkau oleh akal muridnya, karena hal itu dapat menimbulkan rasa antipati atau merusak akal muridnya. (Al-Ghazali, t.th:51)

Ketujuh, seorang guru yang baik menurut Al-Ghazali adalah guru yang di samping memahami perbedaan tingkat kemampuan dan kecerdasan muridnya, juga memahami bakat, tabiat dan kejiawaannya muridnya sesuai dengan tingkat perbedaan usianya. Kepada murid yang kemampuannya kurang, hendaknya seorang guru jangan mengajarkan hal-hal yang rumit sekalipun guru itu menguasainya. Jika hal ini tidak dilakukan oleh guru, maka dapat menimbulkan rasa kurang senang kepada guru, gelisah dan ragu-ragu.

Kedelapan, seorang guru yang baik adalah guru yang berpegang teguh kepada prinsip yang diucapkannya, serta berupaya untuk merealisasikannya sedemikian rupa. Dalam hubungan ini Al-Ghazali mengingatkan agar seorang guru jangan sekali-kali melakukan perbuatan yang bertentangan dengan prinsip yang dikemukakannya. Sebaliknya jika hal itu dilakukan akan menyebabkan seorang guru kehilangan wibawanya. Ia akan menjadi sasaran penghinaan dan ejekan yang pada gilirannya akan menyebabkan ia kehilangan kemampuan dalam mengatur murid-muridnya. Ia tidak akan mampu lagi mengarahkan atau memberi petunjuk kepada murid-muridnya.


Dari delapan sifat guru yang baik sebagaimana dikemukakan di atas, tampak bahwa sebagiannya masih ada yang sejalan dengan tuntutan masyarakat modern. Sifat guru yang mengajarkan pelajaran secara sistematik, yaitu tidak mengajarkan bagian berikutnya sebelum bagian terdahulu dikuasai, memahami tingkat perbedaan usia, kejiwaan dan kemampuan intelektual siswa, bersikap simpatik, tidak menggunakan cara-cara kekerasan, serta menjadi pribadi panutan dan teladan adalah sifat-sifat yang tetap sejalan dengan tuntutan masyarakat modern.

Yayasan Quran Hamasah
Fadilah Surat Al-Mulk


Surat Al Mulk artinya kerajaan dan sering disebut surat tabarak adalah surat ke 67 termasuk surat pendek karena hanya berisi 30 ayat.

Keutamaan dan faedahnya sangat jelas dapat memberi syfaat dan menyelamatkan bagi yang membacanya dari siksa kubur. Imam Qurthubi menjelaskan keutamaan surat ini berdasarkan pada beberapa riwayat sebagai berikut :

Keinginan Nabi agar surat ini selalu ada dihati mukmin

Dalam hadist yang disebutkan Ats-Tsalabi bahwa surat ini penting untuk selalu ada dihati setiap mukmin Nabi Saw bersabda:

“Aku menginginkan agar surat : Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, berada disetiap hati orang mukmin”

Penyelamat dari siksa kubur

Tirmidzi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata : Salah seorang sahabat Rasulullah Saw mendirkan tendanya di suatu tempat dan ia tidak menyangka kalau tempat itu adalah sebuah kubur. Ternyata kubur itu adalah orang yang membaca surat Al Mulk hingga menghatamkannya.

Lalu ia datang kepada Nabi Saw dan berlata: Wahai Rasulullah, aku mendirikan tendaku di atas sebuah kubur. Aku tidak menyangka bahwa tempat itu adalah sebuah kubur orang  yang membaca surat al Mulk hingga menghatamkannya. Lalu Nabi Saw bersabda:

“Ia adalah pencegahku, ia adalah yang menyelamatkannya dari siksa kubur.”

Dalam riwayat yang lain, Abu Hurairah Ra berkata, bahwa Rasulullah Saw bersabda:

“Sesungguhnya ada satu surat dari kitab Allah yang memiliki 30 ayat yang dapat memberi syafaat kepada seseorang hingga surat itu mengeluarkannya dari api neraka pada hari kiamat dan memasukkannya kedalam syurga. Surat tersebut adalah surat tabarak (HR Atirmidzi).”

Ibnu Mas’ud berkata: “ Apabila mayit diletakkan di dalam kuburnya, maka ia didatangi dari arah kedua kakinya. Lalu dikatakan: Tidak ada jalan untuk kalian. Sesungguhnya ia berdiri dengan surat al Mulk diatas kedua kakinya.Lalu ia didatangi dari arah kepalanya. Lalu lidahnya berkata: Tidak ada jalan untuk kalian. Ia selalu membaca surat Al Mulk. Kemudian ia berkata: Surat Al Mulk adalah pencegah dari siksa kubur.”

Pengantar kebaikan dan mencegah hal yang mudharat

Dalam Taurat disebutkan : Surat Al Mulk, barang siapa membacanya dimalam hari, maka ia telah memperbanyak dan memperbagus.

Dalam riwayat lain mengatakan  bahwa barang siapa membacanya setiap malam hari, maka sesuatu yang menggiurkannya tidak akan menjadikan mudharat baginya.


Wallahu a’lam

Yayasan Quran Hamasah
Kemunculan Dajjal Dan Danau Tiberias

Danau Tiberias adalah danau air tawar yang terletak di antara bagian bawah Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Suriah dan Dataran timur kota Galilea Palestina. Garis pantainya membentang sepanjang 53 km dengan luas 166 km2. Bagian terdalam dari danau ini mencapai kedalaman 46 M. Danau ini secara geografis terletak di wilayah Palestina dan Suriah, tetapi secara politis saat ini dikuasai oleh penjajah zionis Israel. Danau yang terletak pada posisi 213 di bawah permukaan laut ini terhitung sebagai danau air tawar terendah di dunia, dan danau kedua terendah secaa umum setelah danau Laut Mati yang berasa asin. Danau Tiberias merupakan sumber pasokan utama kebutuhan air bersih Penduduk Palestina dan penjajah Israel. Selain itu Danau ini merupakan lokasi penting bagi pemeluk Semua agama samawi.

Orang-orang Yahudi mernbangun permukiman mereka di tepi Danau Tiberias, juga resort dan penginapan bagi petinggi militer Israel, mengingat posisinya yang berdekatan dengan perbatasan Palestina dan Suriah, sebagai antisipasi penyusupan pihak-pihak yang tidak mereka kehendaki, Wilayah ini pun menjadi kawasan wisata elit bagi militer dan pemerintah Israel. Mereka melengkapi kawasan ini dengan berbagai properti layaknya daerah tujuan wisata ala Eropa yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas maksiat dan bersenang-senang, sehingga terkenal sebagai tempat berselingkuh para prajurit dan pejabat militer Israel, demikian juga dengan sebagian politisi dan tokoh-tokoh mereka. Demikian sepintas tentang danau Tiberias saat ini.

Adapun keterkaitannya dengan kemunculan Dajjal, sebagaimana yang telah diberitakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa turunnya permukaan air danau ini menjadi salah satu tanda-tanda kedatangan Dajjal. Saat ini permukaan air Danau Tiberias telah mengalami penyusutan. Ini tentu menjadi musibah bagi kita semua, karena masa kemunculan Dajjal semakin dekat, sedangkan kedatangannya itu akan membawa fitnah yang besar bagi umat Islam di mana saja mereka berada; sebagian besar manusia terkena fitnah tersebut. Sang Dajjal, saat kemunculannya, mengaku sebagai Tuhan, mengaku sebagai yang memiliki surga dan neraka. Dalam keterangan tentang Dajjal dinyatakan bahwa kaum wanita adalah yang terbanyak mendatanginya sehingga para laki-laki pulang menemui ibu, putri, saudari, dan bibi mereka, mengikat mereka dengan kuat, karena takut wanita-wanita itu keluar menemui Dajjal. Oleh karena itu Rasulullah shallallahun ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hal yang paling saya takutkan akan menimpa kalian adalah al-Masih ad-Dajjal.”

Agar lebih jelas apa dan mengapa dengan sosok Dajjal ini, berikut hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari riwayat Fatimah bind Qais radhiyallahu ‘anha. Dalam riwayat tersebut dinyatakan bahwa dia berkata, “Saya mendengar juru panggil Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru: Shalat Jama’ah! Shalat jama’ah” (panggilan seperti ini biasanya hanya pada waktu shalat atau apabila ada sesuatu yang sangat penting). Fatimah binti Qais melanjutkan, “Maka saya pun pergi ke masjid dan shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan saya berada pada shaf pertama para wanita. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah selesai beliau duduk di atas mimbar.

Beliau tertawa kemudian berkata,’Hendaklah masing-masing tetap di tempat! Tahukah Anda semua mengapa saya kumpulkan?’

Para Shahabat menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu:

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Bukan karena suatu kabar gembira, bukan pula karena suatu ancaman, tetapi karena Tamim ad-Dari tadinya seorang pemeluk Nasrani lalu dia datang menyatakan keIslamannya dan menceritakan kepada saya kejadian yang sesuai dengan yang pernah saya sampaikan kepada kalian semua tentang al-Masih ad-Dajjal. Dia menceritakan kepada saya bahwa dia berlayar dengan tiga puluh orang dari Lakhm dan Juzam, lalu ombak besar membuat mereka terombang ambing di lautan sebulan lamanya hingga akhirnya mereka terdampar di sebuah pulau di arah timur matahari. Mereka pun turun dan duduk beristirahat dekat kapal mereka lalu memasuki pulau tersebut. Mereka kemudian bertemu dengan makhluk melata yang dipenuhi bulu. Saking banyaknya bulunya mereka tidak tahu mana bagian depan dan bagian belakangnya. Mereka berkata, Makhluk apakah Engkau ini?’

Makhluk itu berkata, Aku adalah Jassasah (Pengintai).’

Mereka bertanya, Apa itu Jassasah?’

Makhluk tu menjawab, ‘Pergilah kalian menemui laki-laki yang ada digedung besar sana, dia sangat ingin mendengar berita dari kalian.’

Tamim berkata, ‘Ketika dia menyebut nama seorang laki-laki, kami takut bahwa makhluk itu adalah setan. Maka kami pun bergegas pergi sampai kami menemukan bangunan besar itu lalu masuk ke dalamnya. Disana ada seorang manusia yang paling besar dan paling kuat yang pernah kami lihat. Kedua tangannya terbelenggu ke lehernya diantara kedua lutut dan sikunya. Kami berkata, ‘Celakalah engkau, makhluk apakah engkau ini?’

Dia menjawab, kalian mampu menemukanku, beritahu saya siapa kalian ini!’

Mereka (Tamim dan rombongan) menjawab, ‘Kami adalah orang-orang Arab, kami naik kapal laut, tiba-tiba ombak pasang dan kami pun terombang-ambing selama satu bulan sampai akhirnya terdampar di pulau Anda ini. Kami pun merapat dan memasukinya. Tiba-tiba kami bertemu  dengan makhluk melata yang berbulu sangat lebat sehingga sulit mengetahui mana depan dan mana bagian belakangnya. Kami berkata kepadanya, ‘Celakalah engkau, makhluk apakah kau ini?’

Dia menjawab, Aku adalah jassasah (Pengintai).’

Kami pun berkata, Apakah jassasah itu?’

Dia berkata, ‘Pergilah temui laki-laki yang ada di bangunan besar itu karena dia sangat ingin mendengarkan berita dari kalian!’

Maka kami pun bergegas menemuimu, dan merasa takut dengan makhluk itu dan menyangka dia adalah setan.

Laki-laki besar itu berkata, ‘Beritahukan kepada saya tentang kebun kurma Baisan!’ Kami berkata, ‘Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, ‘Tentang pohon-pohon kurmanya, apakah masih berbuah?’ Kami berkata, ‘Ya.’ Dia berkata, ‘Ketahuilah karma-karma itu hampir tidak lagi berbuah.

Beritakan kepadaku tentang danau Tiberias!’ Kami pun berkata, ‘Tenting apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, Apakah di sana ada airnya?’ Kami menjawab, ‘Danau itu banyak airnya, ‘Dia berkata, ‘Ketahuilah airnya tak lama lagi akan habis.

Beritahu saga tentang sumber air Zagar!’ Kami berkata, ‘Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, Apakah masih banyak airnya? Apakah penduduk sekitarnya memanfaatkan airnya untuk bercocok tanam?’ Kami menjawab, ‘Ya, airnya banyak, penduduk sekitar memanfaatkannya untuk bercocok tanam.’

Dia berkata, ‘Beritakan kepada saya tentang Nabi kaum yang ummi, apa yang telah dilakukannya?’ Mereka menjawab, ‘Dia telah muncul di Mekkah dan tinggal di Yasrib,’ Dia berkata, Apakah orang-orang Arab memerangi mereka?’ Kami menjawab, ‘Ya.’ Dia berkata, Apa yang dilakukannya kepada mereka?’ Maka kami pun memberitahurnya bahwa telah tampak para pengikutnya dari kalangan orang-orang Arab, mereka mematuhinya. Dia berkata, ‘Itu sudah terjadi?’ Kami menjawab, ‘Ya,’ Dia berkata, jika demikian maka yang terbaik bagi kalian ialah mematuhinya. Aku beritahukan kepada kalian siapa sesungguhnya aku ini. Aku adalah al-Masih, hampir datang waktunya aku diizinkan keluar, lalu akan berjalan mengelilingi bumi, tidak satu kampung pun yang tidak kusinggahi dalam waktu empat puluh malam kecuali Mekkah dan Taibah karena keduanya diharamkan atasku. Setiap kali aku berusaha untuk memasuki salah satu dari keduanya aku akan dihadang oleh Malaikat yang memegang pedang mengusir saya menjauhi kedua kota itu. Setiap celah kota itu dijaga oleh para malaikat.”‘

Fatimah binti Qais (perawi hadits) berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghentakkan tongkat beliau ke mimbar dan berkata, ‘Inilah Taibah, inilah Taibah (maksud beliau Madinah). Bukankah saya pernah menyampaikannya hal seperti ini kepada kalian?’ Para hadirin menjawab, ‘Benar,’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, ‘Sesungguhnya apa yang disampaikan oleh Tamim membuatku kagum karena sesuai dengan yang pernah saya sampaikan kepada kalian tentang Dajjal, Madinah dan Mekkah. Dia berada di laut Syam atau laut Yaman; bukan, tetapi dia ada di timur, dia ada di timur, dia ada di timur!’ Beliau pun memberi isyarat dengan tangannya ke arah timur. Fatimah melanjutkan, “Maka saya pun menghafalnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Dengan demikian tidak asing lagi bagi kita semua bahwa turunnya permukaan air Danau Tiberias merupakan salah satu pertanda semakin dekatnya kemunculan Dajjal. Zionis Israel saat ini dilanda kecemasan yang tinggi karena debit air Danau berkurang secara signifikan, karena hal ini berpengaruh besar terhadap sektor pertanian bahkan masa depan mereka di bumi penjajahan. Semenjak tahun 2004 pemerintahan zionis membuat garis merah dan garis hitam untuk mengontrol debit air Danau. Sungguh mengejutkan, semenjak tahun 2004 permukaan Danau mengalami penyusutan setinggi 16 M. Terakhir Menteri Pertanian Zionis menyatakan secara terbuka melalui kantor berita mereka bahwa debit air danau Tiberias mengalami penyusutan yang mengkhawatirkan. Berita ini tentunya tidak saja menjadi ancaman bagi rezim Zionis tetapi juga bagi kita umat Islam, karena penurunan permukaan air danau Tiberias adalah salah satu tanda dekatnya waktu kemunculan Dajjal.


Saya teringat bahwa Syekh Bin Baz rahimahullah sebelum beliau wafat, ketika mendengar berita turunnya permukaan air danau Tiberias, beliau menangis dan berkata, “Inilah zaman kemunculan Dajjal.”

Klik & share www.30harihafalquran.com
Yayasan Quran Hamasah
Menanamkan cinta baca Al-quran Pada Anak

Kasus demi kasus kejahatan yang melibatkan anak di bawah umur, atau tepatnya mereka yang berstatus remaja alias ABG sungguh sangat memprihatinkan.Semua itu terjadi karena sebagian besar dari mereka, para remaja itu, tidak memiliki pedoman hidup islami, sehingga yang mereka pikirkan hanyalah trend dan kesenangan belaka.Untuk itu, sangat penting bagi setiap keluarga Muslim untuk mencegah putra-putrinya, terutama yang sudah menginjak masa remaja dari segala macam dampak negatif pergaulan yang kini sangat terbuka dan massif.


Tentu banyak sekali cara atau alternatif yang bisa kita lakukan. Akan tetapi, dalam konteks keseharian, cara terbaik untuk remaja memiliki pedoman hidup islami, selfconfidence dalam segala kebaikan, menumbuhkan rasa cinta mereka dalam membaca Al-Qur’an merupakan cara yang paling strategis.

Selain akan membangun wawasan Qur’ani, frame berpikir islami mereka juga akan terbangun. Dan, yang paling menarik bagi para orangtua, setiap bacaan yang mereka lakukan, berimbas pahala kebaikan bagi kedua orangtua pada setiap hurufnya. Lebih jauh dari itu, remaja yang dekat dengan Al-Qur’an, peluang menjadi anak sholeh dan sholehah jauh lebih terbuka.Oleh karena itu, menjadi tantangan yang menarik sebenarnya untuk para orangtua bersungguh-sungguh menumbuhkan rasa cinta anak-anaknya dalam membaca Al-Qur’an, sangat baik dari belia, mendesak saat remaja dan penting mendesak saat mereka dewasa.

Pertama

 Mengajak anak untuk mengerti keutamaan-keutamaan dari membaca Al-Qur’an. Allah Ta’ala tidak pernah memberikan perintah, melainkan telah disiapkan balasan kebaikan-kebaikan yang luar biasa, termasuk dalam hal membaca Al-Qur’an.

Rasulullah bersabda:

 “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan  ‘Alif-Laam-Miim’ satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi).

Kemudian sabdanya:

 “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” (HR. Ahmad).

Hadits kedua ini tepat untuk memotivasi anak memanfaatkan sebagian malamnya untuk membaca Al-Qur’an. “Setidaknya 100 ayat nak kamu baaca di waktu malam, insya allah kamu akan dapat pahala seperti orang sholat sepanjang malam,” begitu mungkin sekedar contoh dalam mendorong anak-anak kita mengamalkannya.Dan, sampaikanlah keutamaan terbesar dari membaca Al-Qur’an ini kepada anak kita,“Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya” (HR. Muslim).

Kedua

Bangun budaya membaca Al-Qur’an di dalam rumah sendiri. Orangtua tentu sangat ingin anak-anaknya gemar membaca Al-Qur’an. Tetapi sangat tidak pantas jika anak diharap cinta Al-Qur’an, sementara orangtua justru tidak berusaha memberi teladan.Oleh karena itu, sejatinya tidak ada alasan untuk tidak bisa membangun budaya mulia ini. Mulai saja secara bersama-sama. Ayah, ibu, anak, semuanya membiasakan diri membaca Al-Qur’an bersama setiap lepas Maghrib sampai Isya’.

Lebih baik lagi, jika selepas Isya’ hingga terasa mengantuk. Hal ini akan sangat baik, mengingat jam-jam tersebut banyak sekali acara di televisi yang kurang tepat bagi tumbuh kembangnya iman dari anak-anak kita.Mungkin, pada awal kali mencoba, membangun budaya ini terasa berat. Tetapi, semua bisa dilakukan dengan enjoy karena kebiasaan. Oleh karena itu, berat di awal jangan sampai menghalangi kita dari membudayakannya bersama anak-anak, di rumah kita sendiri.

Ketiga

Mengambil pelajaran dari keluarga yang menghafal Al-Qur’an. Sekedar membaca mungkin akan menimbulkan kesan monoton. Untuk itu sangat penting orangtua mencari referensi keluarga penghafal Al-Qur’an.Di negeri ini sudah mulai bermunculan keluarga-keluarga yang anak-anak dan orangtuanya penghafal Al-Qur’an. Selain itu juga sudah mulai cukup banyak pesantren tahfidz. Dengan demikian, langkah kita untuk mendapat pelajaran dari mereka yang telah membuktikannya, bukan lagi suatu yang sulit. Tinggal kemauan semata.

Jika memang ada referensi, jangan sungkan untuk bersilaturrahim dengan keluarga yang anak-anaknya hafal Al-Qur’an. Keluarga itu tentu memiliki pengalaman hidup yang sangat berguna bagi kita yang baru berupaya membangun budaya membaca Al-Qur’an bersama anak di rumah sendiri.Kita bisa dialog dengan mereka, bagaimana perjuangannya menanamkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an, sehingga anak-anaknya bisa hafal Al-Qur’an. Jika sudah dilakukan, kita bisa meminta bantuan doa kepadanya, agar kita dan anak-anak kita dimudahkan dalam menghafal Al-Qur’an.

Subhanallah, betapa indahnya keluarga yang ayah, ibu, dan anak-anaknya, seluruhnya memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an, sehingga senantiasa membacanya. Dan, tidak ada waktu yang dilalui, melainkan senantiasa ada ayat-ayat Al-Qur’an yang disenandungkan. Kemudian tidak berpikir, berbicara dan bertindak, kecuali sesuai tuntunan Al-Qur’an. 

Wallahu a’lam.



Yayasan Quran Hamasah

7 Alasan Mahar Nikah, Hafalan Surah Ar Rahman

Menurut survey yang dilakukan oleh akhwat fillah bahwa setiap pernikahan para aktivis dakwah ternyata kebanyakan calon istrinya memilih surat Ar-Rahman sebagai mahar pernikahan. Betapa istimewanya surah Ar-Rahman, meskipun masih banyak surat-surat yang lain yang seperti surat an nur umpamanya atau surat lain yang lebih erat kaitannya dengan moment pernikahan.  Inilah beberapa alasan dari survey yang dilakukan para istri aktivis dakwah yang memilih surah Ar-Rahman sebagai mahar:

1. Ada yang mengatakan karena surah Ar-Rahman penuh dengan pertanyaan dari Allah tentang nikmat manakah lagi yang akan manusia dustakan. Karena pernikahan adalah menyempurnakan separuh din dan mungkin masih banyak akhwat yang  belum dikaruniakan Allah seorang pendamping, maka sebagai rasa bersyukur akan sebuah pernikahan, mahar surat Ar-Rahman rasanya sangat tepat sebagai pengingat supaya selalu mensyukuri nikmat Allah yang sangat banyak.

2. ada yang mengatakan karena ingin meringankan calon suami,karena kata Rosulullah bahwa sebaik-baik mahar itu yang memudahkan (meskipun si akhwat belum hafal ) jadi sepertinya mahar surat Ar-Rahman  bisa jadi solusi.

3. Alasan selanjutnya yang simple tapi lucu. Terinspirasi dari novelnya kang abik Ayat-Ayat Cinta.

4. Ada yang memang sangat menyukai surah Ar-Rahman yang bercerita tentang bidadari yang di pingit,bahkan ada akhwat yang mengatakan dia tidak mau di hargai dengan apapun,baik cincin,uang atau materi apapun sebagai mahar tapi dia akan sangat bahagia kalau dirinya dibeli dengan surah Ar-Rahman, Subhanalla.

5. surat Ar-Rahman ayatnya pendek-pendek dan juga diselingi dengan pertanyaan Allah akan nikmat-nikmatnya yang mana lagi yang kita ingkari,dan pengulangan kata-kata itu tidak terdapat pada surah yang lain,terdapat sekitar 31x pengulangan kata fa biayyi ‘alaa irobbikumaa tukazziban(maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?)

6. Alasan lain yang di terima akhwatfillah adalah akhwat memilih surah Ar-Rahman sebagai mahar untuk memotivasi hafalan Qur’an sang suami,karena ada bebrapa akhwat yang kadang membuat target berapa juz minimal hafalan calon pendampingnya,maka salah satu permintaannya mahar hafalan surah Ar-Rahman.

7. Alasan akhwat yang lain karena dalam surah Ar-Rahman Allah memberikan deskripsi tentang surga dan kenikmatannya,berupa buah-buahan,warna surga yang hijau juga bidadari yang sangat cantik disurga,yang katanya memotivasi para calon suami dan istri untuk senantiasa menjalankan roda rumahtangga dengan orientasi akhirat,yang akhwat terinspirasi menjadi istri terbaik yang menyaingi bidadari surga,yang ikhwannya terinspirasi berjihad tiada henti sampai syahid menjemput dan mendapatkan bidadari surga.

Terlepas dari semua alasan di atas, bagaimana seandainya akhwat minta mahar surat Al-Haqqoh. yang ayatnya pendek-pendek dan banyak menggambarkan kondisi akhirat,  tapi dari sisi kengeriannya alias neraka. jawabannya mungkin momennya kurang tepat karena para undangan akan menangis tersedu-sedu, maka kelembutan Allah yang menegur hamba-hambanya dalam surat Ar-Rahman mungkin bisa jadi merupakan inspirasi calon istri minta mahar hafalan surah Ar-Rahman. Jadi untuk para ikhwan, sudahkah anda hafal surah Ar-Rahman? Kalau belum mungkin baiknya undur dulu proposal anda karena survei membuktikan akhwat kebanyakan meminta hafalan surah Ar-Rahman sebagai mahar pernikahan mereka,dan hafalannya di bayar tunai di depan para undangan pernikahan. Sudahkah anda siap?

Yayasan Quran Hamasah
KISAH NABI YUNUS A.S.


1.Nabi Yunus A.S. dalam Al-Qur-an
Dalam Al-Qur-an surat Yunus ayat 98 Allah Ta’ala berfirman:


فَلَوْلاَ كَانَتْ قَرْيَةٌ ءَامَنَتْ فَنَفَعَهَآ إِيمَانُهَآ إِلاَّ قَوْمَ يُونُسَ لَمَّآ ءَامَنُوا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ {98}

“Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfa'at baginya selain kaum Yunus Tatkala mereka (kaum Yunus itu),beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai pada waktu yang tertentu.” (QS.Yunus: 98)

Dia juga berfirman dalam surat Al-Anbiyaa’ ayat 87-88


وَذَا النُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَن لآإِلَهَ إِلآ أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ {87} فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْـجِي الْمُؤْمِنِينَ {88}


“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan sangat gelap:"Bahwa tak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim". Maka Kami memperkenankan do'anya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikanlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS.Al-Anbiyaa:87-88)

Selanjutnya dalam surat Ash-Shaaffaat 139-148 Allah berfirman:


وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ {139} إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ {140} فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ {141} فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ {142} فَلَوْلآ أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ {143} لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ {144} فَنَبَذْنَاهُ بِالْعَرَآءِ وَهُوَ سَقِيمٌ {145} وَأَنبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّن يَقْطِينٍ {146} وَأَرْسَلْنَاهُ إِلَى مِائَةِ أَلْفٍ أَوْيَزِيدُونَ {147} فَئَامَنُوا فَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ {148}

“Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah untuk undian Maka ia ditelan oleh ikan yang besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit. Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu. “(QS.Ash- Shaaffaat:139-148)

Dan dalam surat Qalam ayat 49-50 Dia berfirman:


{49}فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلاَتَكُن كَصَاحِبِ الْحُوتِ إِذْ نَادَى وَهُوَ مَكْظُومٌ {48} لَّوْلآ أَن تَدَارَكَهُ نِعْمَةٌ مِّن رَّبِّهِ لَنُبِذَ بِالْعَرَآءِ وَهُوَ مَذْمُومٌ 

{50} فَاجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَجَعَلَهُ مِنَ الصَّالِحِينَ 

“Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu seprti orang (Yunus) yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya). Kalau sekiranya ia tidak segera mendapat nikmat dari Rabbnya, benar-benar ia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercelaLalu Rabbnya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang-orang yang saleh.” (QS.Qalam:48-50)

Taubat Kaum Nabi Yunus ‘alaihissalam
Para ahli tafsir mengatakan :”Allah ta’ala mengutus Yunus ‘alaihissalam kepada penduduk Nainawi di daerah al-Muwashil. Lalu dia menyeru mereka ke jalan Allah Ta’ala, namun mereka mendustakannya dan tetap dalam kekafiran dan keingkaran. Setelah hal itu berlangsung lama, maka Yunus pergi dari tengah-tengah mereka seraya menjanjikan kapada mereka akan datangnya adzab setelah tiga hari.
Setelah Yunus pergi dari tengah-tengah kaumnya, mereka menyaksikan datangnya adzab tersebut, lalu Allah Ta’ala membangkitkan gairah bertaubat dalam hati mereka. Dan, mereka pin menyesali apa yang telah mereka perbuat terhadap Nabi mereka. Selanjutnya mereka memakai baju hitam dan memisahkan setiap binatang dan anaknya. Kemudian mereka mengangkat suara berdo’a kepada Allah Ta’ala, dan berteriak keras seraya merendahkan diri. Semua orang baik, laki-laki, perempuan, anak-anak maupun orang tua menangis. Bahkan semua binatang ternak dan binatang liar lainnya pun ikut menangis dan bersuara. Unta-unta dan sapi-sapi serta anak-anaknya pun melenguh, kambing dan anak-anaknyajuga mengembik. Itulah saat yang begitu dahsyat dan menghebohkan. Kemudian dengan kekuatan, daya, kekuasaan, rahmat, dan kelembutan-Nya, Allah menghentikan adzab yang disebabkan oleh perbuatan mereka, dan (adzab) berputar-putar di atas kepala mereka seperti pada sebagian malam yang sangat gelap. Oleh sebab itu Allah Ta’ala berfirman:


فَلَوْلاَ كَانَتْ قَرْيَةٌ ءَامَنَتْ فَنَفَعَهَآ إِيمَانُهَآ……{98}

“Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfa'at baginya……” (QS. Yunus: 98)

Maksudnya, seandainya pada masa-masa terdahulu ada sebuah kota yang beriman secara sempurna. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwasanya tidak ada satu kota pun yang beriman. Tetapi keadaanya seperi yang Alah Ta’ala firmankan:


{34}وَمَآأَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِّن نَّذِيرٍ إِلاَّ قَالَ مُتْرَفُوهَآ إِنَّا بِمَآأُرْسِلْتُم بِهِ كَافِرُونَ 

“Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata:"Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya". (QS.Saba’:34)

Juga firman-Nya:


{98}إِلاَّ قَوْمَ يُونُسَ لَمَّآ ءَامَنُوا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ 

“…Selain kaum Yunus Tatkala mereka (kaum Yunus itu),beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai pada waktu yang tertentu.” (QS.Yunus: 98)

Yakni, beriman secara sempurna.

Para ahli tafsir berbeda pendapat, apaka iman ini bermanfaat bagi mereka di kehidupan akhirat kelak sehingga dapat menyelamatkan mereka dari adzab akhhirat, sebagaimana iman tersebut menyelamatkan mereka dari adzab dunia? Mengenai masalah ini ada dua pendapat.
Yang tampak jelasa dari siyaq (redaksi) ayat al-Qur-an di atas, adalah “ya”. Wallahu a’lam. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:


{98}…لَمَّآ ءَامَنُوا…

“….Tatkala mereka (kaum Yunus itu),beriman…”(QS. Yunus: 98)

Dia juga berfirman :

{148}وَأَرْسَلْنَاهُ إِلَى مِائَةِ أَلْفٍ أَوْيَزِيدُونَ {147} فَئَامَنُوا فَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ 

“Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu. “(QS.Ash- Shaaffaat:139-148)

Kenikmatan yang dianugerahkan hingga waktu tertentu itu tidak menutup kemungkinan penghapusan adzab akhirat. Wallahu a’lam.
Mengenai jumlah seratus ribu itu sudah jelas dan pasti. Tetapi para ahli tafsir masih berbeda pendapat tentang kata tambahan dalam ayat terseut.

Mereka berbeda pendapat, apakah pengutusan Yunus ‘alaihissalam kepada mereka itu sebelum atau atau sesudah dia dimakan ikan? Ataukah keduanya merupakan dua umat yang berbeda? Mengenai hal tersebut terdapat tiga pendapat, yang kesemuanya sudah kami uraikan di dalam kitab tafsir (maksudnya tafsir Ibnu Katsir)

Yayasan Quran Hamasah

The most beautiful Khotmil Quran, Heart touching Really emotional

Maasya Allah !! Just only 28th Day Memorized 30 juz, Very touching heart and emotional

Latest Reviews

Karantina tahfizh Quran Batch 2, Bali-Indonesia

Metode Hmasah Karantina Tahfizh Nasional

New Karantina Tahfizh Nasional Batch 6

Copyright © 2013 Pusat Karantina Tahfizh Hamasah